Keindahan Jiwa

27 01 2010

Kenapa ada orang yang penampilannya indah tapi ia tidak disukai orang lain? Kenapa ada orang yang memiliki rumah yang indah lagi megah tapi hidupnya tidak bahagia bahkan tersiksa? Kenapa pula ada orang yang suaranya indah, tapi akhirnya ia mengalami nestapa karena keindahan suaranya itu?

Rupanya, kita masih memandang keindahan itu sebatas topeng. Keindahan yang hakiki tidak hanya berasal dari topeng, tapi dari dalam jiwa kita (inner beauty). Karena itu tak heran bila ada orang tua –yang secara fisik tidak menarik lagi– dicintai banyak orang

Nah, ternyata ada beberapa syarat keindahan. Pertama, indah itu letaknya pada kebersihan. Bersih di sini bisa bersifat fisik ataupun bersifat nonfisik. Bersih secara fisik meliputi bersih anggota badan, bersih penampilan, bersih lingkungan, maupun bersih penghasilan. Bila kita ingin menjadi pribadi indah maka cintailah hidup bersih.

Yang tak kalah penting adalah bersih akhlak kita, karena secantik dan setampan apapun seseorang, bila kelakuan dan ucapannya kotor, maka ia tidak akan punya harga; jatuh harga dirinya. Begitu pula dengan pikiran. Hindarilah berpikir kotor, mesum, atau berpikir jelek tentang orang lain. Berpikirlah selalu tentang kebaikan orang lain, karena semakin kita memikirkan kejelekan orang, maka akan semakin tersiksa diri kita.

Tentunya, semua kebersihan ini tidak terasa lengkap tanpa disertai oleh bersihnya hati. Bila hati kita bersih, maka wajah pun akan terlihat cerah, perilaku santun, kata-kata terjaga, dan sikap kasih sayang akan terpancar dari pribadi kita. Bila kita mampu membersihkan jasmani dan rohani kita, insya Allah kita akan menjadi pribadi yang indah dan disukai Allah dan manusia lain. Boleh jadi paras kita tidak begitu menarik, tapi pribadi kita menawan semua orang.

Syarat keindahan yang kedua adalah keserasian. Apapun yang tidak serasi akan jauh dari keindahan. Keserasian ini intinya kita harus proporsional dan tepat dalam bertindak, berbicara, berpenampilan. Seperti misalnya sepatu kebesaran, kopiah kekecilan, baju terlalu kecil. Semua itu tidak serasi sehingga tidak terlihat indah. Termasuk pula serasi dalam bertutur kata, tepat intonasinya, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, dan tepat pula waktu mengucapkannya.

Dalam masalah keserasian ini, termasuk pula cara hidup yang tidak melebihi kemampuan dan kenyataan. Hiduplah secara proporsional. Contohnya serasi dalam keinginan. Kita harus benar-benar mengendalikan keinginan-keinginan kita jikalau ingin membeli suatu barang.

Syarat keindahan berikutnya adalah perawatan. Taman bagus tapi tidak dirawat, maka keindahannya akan pudar. Gigi rapi tapi tidak terawat, maka akan mendatangkan banyak masalah. Motor baru dan mahal tapi jarang dirawat akan cepat rusak. Tubuh tidak dirawat dengan olahraga maka akan cepat rapuh dan tidak terlihat indah. Perawatan itu adalah salah satu syarat keindahan. Iman kita pun harus sering dirawat, agar tidak cepat rusak. Dibanding yang lainnya, perawatan iman harus lebih intensif dilakukan, bahkan setiap waktu, dengan zikir, shalat, sedekah, shaum (puasa), membantu kaum dhuafa, ikut pengajian.

Bila kita mampu mengaplikasikan tiga syarat keindahan dalam hidup kita, insya Allah kita akan menjadi pribadi yang indah luar dalam. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : Catatan Kang Amet

Seperti kata pepatah “Keindahan Manusia Sebenarnya Bukan dari Topeng Tapi dari Hati dan Jiwa Nurani yang Bersih”


Aksi

Information

One response

22 04 2010
Ela Laelasari

Maaf ibu, saya hanya ingin menanyakan apakah ibu Lilis ini yang bertempat tinggal di jalan Budi – Cimahi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: