BUNDAKU ABU …

8 09 2018

Assalamualaikum Wr Wb …

179864_200781866603259_475382_n

ABU …

Angan masa kecilku mencuat tinggi …

Abu tersenyum melihatku duduk memandangi malam, bersama bintang-bintang di atas sana.“ Kelak kamu akan menjadi sinar itu. Berkilau dan mengagumkan. Namun, kamu jangan lupa asalmu … ”

Jangan kau merasa sedih, walaupun kau tumbuh tanpa Ayah. Kau masih punya Tuhan dan Aku yang selalu menjagamu dalam suka dan duka …

Abu …

Ketegaran jiwanya adalah gambaran sosok ibu sejati, tak pernah mengeluh kesah dengan kerontangnya hati yang sepi, terpaan luka derita yang datang silih berganti. Bagiku beliaulah sumber kekuatan sejati, kasihnya mengalir bagai mata air yang jernih dari puncak gunung yang setia mengaliri seluruh sendi kehidupan di lembah – lembah hingga ke muara … yang menyirami jiwa tandus kami sekeluarga, ketika kehilangan sosok seorang ayah …

Beliau mengajarkan aku keikhlasan, ketegaran akan hidup …. “ Tak ada hidup yang susah … Semua bagaimana kita menyikapinya… percayalah semua sudah ada yang mengatur … tak perlu resah … jalani apa yang kau mampu ” Airmata tak ada gunanya tanpa usaha. (beliau tak suka aku menangis)

Pola pikirnya tertempa oleh keadaan yang sangat menekan jiwanya …

Garis-garis diwajahnya menandakan kepahitan dan kegetiran hidup, … dan ia lakukan semua itu demi anak-anaknya … :)’

Bunda …

Bahagiakanku dengan tulusmu…
Bahagiakanku dengan senyummu..
Tentramkanku dengan dzikirmu
Teduhkanku dengan restumu…

Terimakasihku padamu ….
Atas segala restu ikhlasmu….
Terimakasihku padamu …
Atas limpahan kasih sayangmu….

Hormat takzimku selalu…

Ku bersyukur padaMu Robbi …
Bundaku sehat selalu ….
Dan berharap akan ridho-Mu ….
Dengan ridho Ibundaku …
Dengan restu Ibundaku ….
Dengan do’a Ibundaku … Amiin … *_*

Mengenang 07 Agustus 2018

Sekarang  Abuku sudah tiada semoga Alloh SWT memaafkan segala kesalahannya dan menerima semua amal baiknya … Al Fatihah … Aamiin aamiin ya robbalalamiin

Jawaban anakku Ulie …

Sesuatu yg paling menyakitkan itu ketika kita tau bahwa tangan kita tidak bisa lagi memberi
Bibir kita tidak lagi bisa tersenyum
Kata kita tidak lagi bisa menyapa
Usaha kita tidak lagi bisa meminta do’a

Dan rasanya sakit sekali … berpikir waktu kembali dan akan diulang lagi beribu-ribu tangan, bibir, kata dan usaha kita untuk bisa memberi, tersenyum , menyapa dan meminta do’a

Penyesalan hanya akan memberi kesedihan yg mendalam
Berbahagialah.. berdo’alah
Waktu yg telah hilang Allah terima segala kebaikan kita kepada yg telah hilang
Waktu yg ada berharap menjadi jalan kebaikan yg tetap mengalir padanya

Semua rasa sakit akan hilang dengan do’a
Semua kehampaan akan hilang dengan dekapanNya
Karena Allah mencintainya dan mendekapnya dengan erat disisinya
Karena Allah mencintai kita dan berharap kita tetap menjadi tegar dengan segala ujian dan kehendakNya

Berdiri tersenyum .. gengam erat tangannya dalam doa dan dekapan kebaikan
Rindu kami akan tersampaikan lewat do’a
Rindu kami akan kami sampaikan lewat segala kebaikan didunia
Yang akan Allah sampaikan padanya sebagai amalan yg tak hilang

Rindu kami sebatas tangis
Rindu kami sebatas dekapan
Rindu kami sebatas gengaman pada yg hilang
Tapi rindunya pada ku sebatas doa dan kebaikan yg aku lakukan

Semoga semua kebaikan semua doa tetap menjadikan gengaman erat kami karena cintaNya … In shaa Alloh

The one and only our Abu
Rindu kami pada ketulusan dan kesabaran hatimu dalam kehidupan

Love
-uLie-

 

Renungan :

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

  1. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
  2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
  3. Anak yang sholeh karena anak sholeh itu hasil dari kerja keras orang tuanya. Oleh karena itu, Islam amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh. Lalu anak tersebut menjadi sebab, yaitu ortunya masih mendapatkan pahala meskipun ortunya sudah meninggal dunia.
Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: