FORUM

Forum

PEDOMAN SELEKSI SISWA KELAS VII SMPN 9 Cimahi

Siswa kelas VII SMPN 9 Cimahi pada tahun 2009/2010 adalah siswa kelas VII yang terseleksi.

Seleksi dilaksanakan dengan tes bahasa Inggris,bahasa Indonesia, matematika dan computer (perangkat tes disiapkan oleh PKS peningkatan mutu). Tes dilaksanakan setelah penerimaan siswa baru sebelum pengelompokkan kelas.

Setelah pelaksanaan tes dan pemeriksaan hasil, diadakan pengclusteran dengan pembagian kelas 36 siswa untuk kelas unggulan(A), dan kelas (B), dan untuk selanjutnya merupakan kelas reguler.

Seleksi siswa dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

  1. Sosialisasi: Sekolah memberitahu semua siswa kelas VII dan orangtua/wali murid kelas VII mengenai pelaksanaan pembelajaran kelas Unggulan dengan surat edaran kepada semua orangtua/wali siswa. Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa sekolah melaksanakan program kelas unggulan. Sehubungan dengan hal itu perlu dilakukan seleksi dengan tes bahasa Inggris,bahasa Indonesia, matematika dan computer.
  2. Pernyataan ijin orangtua/wali murid: Sekolah minta pernyataan tertulis dari orangtua/wali murid yang menyatakan mengijinkan anaknya untuk mengikuti program kelas unggulan apabila yang bersangkutan lolos seleksi.
  3. Tes seleksi: Semua siswa kelas VII mengikuti tes bahasa Inggris,bahasa Indonesia, matematika dan computer. Butir-butir soal tes berupa soal-soal pilihan ganda. Tes ini dilaksanakan di SMP N 9 Cimahi mulai pukul 07.30 s.d. 11.00 waktu setempat tanpa istirahat. Pelaksana tes seleksi adalah Panitia Seleksi SMP N 9 Cimahi. Setiap ruang diawasi oleh 1 (satu) orang pengawas dengan peserta 20 siswa. Selain tes seleksi mata pelajaran sebagai bahan pertimbangan lain maka diadakan psikotes untuk menentukan gaya belajar siswa, hal ini dilakukan kerja sama dengan BP/BK.
  4. Koreksi: Koreksi pekerjaan peserta dilakukan oleh masing-masing pengawas dengan disupervisi oleh kepala sekolah. Untuk menjaga reliabilitas penilaian, kepala sekolah melakukan pengecekan kebenaran penilaian secara acak. Kunci jawaban disiapkan oleh PKS peningkatan mutu.
  5. Penghitungan Skor Akhir (SA): Pengawas menghitung skor SA yang dicapai oleh masing-masing siswa dengan rumus berikut:

(a + b + c + d + e) : 5 = SA

dengan:

a = skor bahasa Inggris (skala 0 – 100)

b = skor matematika (skala 0 – 100)

c = skor bahasa Indonesia (skala 0 – 100)

d = skor IPA (skala 0 – 100)

e = skor computer (skala 0 – 100)

SA = skor akhir

6. Membuat daftar urutan siswa berdasarkan SA: Siswa diurutkan dari yang SA-nya tertinggi ke yang    terendah.

7. Menentukan siswa kelas unggulan:

  • Pada dasarnya siswa yang berhak mengikuti pembelajaran kelas unggulan adalah mereka yang SA berada di urutan tertinggi (sebanyak 36 siswa).
  • Apabila ada siswa yang berhak masuk di kelas unggulan karena alasan tertentu sehingga tak dapat mengikuti pembelajaran kelas unggulan maka digantikan siswa diurutan bawahnya (koordinasi dengan BP/BK).
  • Adapun siswa yang tidak masuk kelas unggulan maka pembagian kelas dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan nilai hasil tes dan keseimbangan jumlah gender, ini berarti keadaan kelas seimbang/sederajat. (sebanyak  40 siswa).

Pengumuman siswa kelas unggulan:

Sekolah mengumumkan daftar calon siswa kelas unggulan sebelum pelaksanaan tahun ajaran baru dimulai.

rapat-komite-1rapat-komite 2

rapat-komite-3

TEKAD KOMITE SMPN 9 CIMAHI

Komite SMPN 9 Cimahi bekerja sama dengan pihak sekolah dan pengawas komite tingkat kota cimahi bertekad memajukan mutu pendidikan di SMPN 9 Cimahi. Menurut mereka, harus ada keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pembangunan mutu pendidikan.  Komite Sekolah menekankan pada pelayanan terbaik untuk kepentingan dan kenyamanan belajar siswa. Selain itu juga ditekankan adanya evaluasi input, proses, dan output, sehingga SMPN 9 Cimahi dapat mewujudkan cita-cita menjadi sekolah tujuan, bukan sekolah alternatif. Itulah simpulan yang dapat dirumuskan dari dialog antara pengurus Komite dan pihak Sekolah pada Jumat, 25 Juli 2008 pk.14.00-17.00 WIB. Dialog tersebut dipimpin oleh Ketua Komite SMPN 9 Cimahi, Nandang Sonjaya.

ORGANISASI KOMITE SEKOLAH


KETUA 1 : NANDANG SONJAYA

KETUA 2 : DRS WARSONO

SEKRETARIS : DRA.ENI ANDRARESMI

BENDAHARA : SUMARDI,S.SOS

SIE SARANA/PASARANA : H.B DEDI SUYATNA,BA

SIE KURIKULUM : IR.RUDI ATMONO

SIE PENINGKATAN SDM : BEKTI

Sekilas Komite Sekolah

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 044/U/2002 memutuskan bahwa pada setiap kabupaten/kota dibentuk Dewan Pendidikan atas prakarsa masyarakat dan/atau pemerintah kabupaten/kota. Dan pada setiap satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan dibentuk Komite Sekolah atas prakarsa masyarakat, satuan pendidikan dan/atau pemerintah kabupaten.kota. Berpijak dari hal itu maka SMPN 9 Cimahi membentuk Komite Sekolah yang awalnya bernama BP3 (Badan Pengurus Pembangunan Pendidikan) yang kepengurusannya di ketuai oleh Bapak Nandang Sonjaya. Selain pembangunan infrastruktur fisik Komite Sekolah juga ikut membantu menaikkan kesejahteraan guru, karyawan dan kepala sekolah, guru tidak tetap dan karyawan tidak tetap.

Visi, Misi & Tujuan

Visi            :   Menggalang Peran serta masyarakat dalam menatkan mutu pendidikan.

Misi           :   Menunjang & merealisasikan mutu pendidikan yang lebih baik di SMPN 9 Cimahi

Tujuan       :

–   Menampung aspirasi & prakarsa masyarakat dengan melahirkan kebijakan operasional dan peran pendidikan.

–   Meningkatkan tanggungjawab masyarakat dan menciptakan kondisi transparansi akutansi dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu di sekolah.

Fungsi Komite sekolah:

–          Memberikan pertimbangan kepada sekolah dalam proses penyelenggaraan pendidikan.

–          Memberikan dukungan finansial dalam bentuk dana dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.

–          Mengadakan kontrol tentang transparansi penyelenggaraan pendidikan dibidang dana.

–          Menjadi mediator antara Pemerintah dan Masyarakat yang peduli pendidikan.

–          Melaksanakan kerjasama dengan masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan.

–          Memberi masukan tentang :
1. Kebijakan-kebijakan sekolah yang berhubungan dengan pendidikan
2. R.A.P.B.S

–          Rekomendasi tentang:
1. Kriteria kinerja di satuan pendidikan.
2 .Tenaga Pendidikan yang kompeten dengan pendidikan.
3. Fasilitas Pendidikan.

–          Menggalang dana masyarakat dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan.

–          Mengevaluasi dan mengadakan pengawasan kebijakan program penyelenggaraan pendidikan   serta  output   pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: