nyalse

Tentang Aku

Tentang Aku

“Aku hanyalah insan biasa yang punya keinginan … untuk menyeimbangkan tugas dan tanggung jawabku sebagai anak, … istri …, Ibu …, juga karyawan … secara maksimal … semoga Allah SWT selalu menyertai dan melindungi di setiap langkahku … Aamiin!”

Sesuatu untukmu (Great Video) …

“Kenanglah seseorang yang menyayangimu …”

Yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi …

Yang rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu …

Ingatkah engkau ketika jemari seseorang mengusap lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes saat … melihatmu terbaring sakit..?

Dia yang selalu menantikan kepulanganmu … yang selalu rindu akan senyumanmu. Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa … Segeralah jenguk dia yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut.

Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang akan kau rindukan di masa datang ketika dia telah tiada … Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita … Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia …

Tak ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu di setiap hembusan nafasnya … Kembalilah segera … pada yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya. Sahabat … berdo’alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya. Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang, kembalilah pada seseorang yang selalu menyayangimu … Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya … Sumber : Imam Puji Hartono Iph Kita lihat yukk!! … video yang sangat menarik di bawah ini!

Tuk-suamiku Assalamu’alaikum….   Untuk suamiku tercinta : Jazakallah Khair… atas semua dukungan dan bimbinganmu

Seindah Perjalanan Seribu Cabaran

Seindah kehidupan

Kurniaan-Nya hanya tercapai

Setelah mengarungi

Seribu cabaran penuh kepahitan

Seketika merasai kepahitan hidup

Berserah pada-Nya bersama usaha

Perancangan penuh harapan

Agar hari muka bersulam keindahan

Sejenak menanti kepastian

Terisi dalam arti persahabatan

Masihkah akan berterusan

Ikhlas rasa hati berserikan kasih

Setelah mengenali diri ini

Kekurangan dalam perjalanan

Mencari kesempurnaan kehidupan

Seketika berpaling menoleh ceritra silam

Terasa kesyukuran dengan kenikmatan

Kurniaan-Nya biar bukan arti kemewahan

Namun di hati terasa kebahagian jua

Seketika menanti teman kehidupan

Sudikah kiranya menghayati rasa

Seindah kehidupan seribu perjalanan

Seandainya kasih ini kurniaan-Nya

Sedia ku terima seadanya

Bersama rasa keyakinan pada arti

Sebuah harapan kebahagian mendatang

Seketika termenung merenungi

Kesudahan perjalanan seribu cabaran

Pasrahlah pada-Nya di situ harapan

Ketentuan yang maha adil

Penuh arti kebahagiaan selamanya

Sehingga itu…..

Berdoalah pada-Nya pada kurniaan

Seindah kebahagian yang diimpikan

Kurniaan-Nya insan teman yang sejati.

“Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui”.Anonim

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. Baron Pierre De Coubertin

Tuk Ibuku Tercinta … Saat kuterjaga menjelang pagi… Saat kudapat “sesuatu”, selalu wajahmu membayang Abu kutak dapat membalas budimu … bisikku Yang dapat kusampaikan salam hormatku … dan pinta maaf atas kehadiranku,serta do’a pada-Nya yang tak pernah putus. Terngiang senandung selalu …

abume-and-my-brother

“Bunda”

Kubuka album biru Penuh debu dan usang Kupandangi semua gambar diri Kecil bersih belum ternoda Pikirku pun melayang Dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang

Tentang riwayatku Kata mereka diriku s’lalu dimanja Kata mereka diriku s’lalu ditimang Nada-nada yang indah S’lalu terurai darimu Tangisan nakal bibirku

Tak ‘kan jadi deritamu

Tangan halus dan suci

T’lah menangkap tubuh ini

Jiwa raga dan seluruh hidup

Rela dia berikan

Kata mereka diriku s’lalu dimanja

Kata mereka diriku s’lalu ditimang

Oh Bunda ada dan tiada

Dirimu ‘kan selalu ada di dalam hatiku

Pikirku pun melayang

Dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang

Tentang riwayatku

Kata mereka diriku s’lalu dimanja

Kata mereka diriku s’lalu ditimang

Oh Bunda ada dan tiada

Dirimu ‘kan selalu ada di dalam hatiku…

i-love-you-mom1

“Ibu”

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu

Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas…ibu…ibu….

Seperti udara… kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas…ibu…ibu

Tuk Anak – Anakku Tersayang … Anakku tahukah kau apa yang kupikirkan ketika aku menimangmu?

Ketika ku menimang anakku “Ketika Ku Menimangmu”

Anakku kau bukanlah milikku

Kau adalah putra-putri kehidupan

Yang mendambakan kehidupanmu sendiri

Kau datang melalui kami tapi tidak dari kami

Meskipun kau bersamaku

Namun bukanlah milikku

Aku bisa memberikan cintaku

Tapi tidak kehendakku

Aku bisa memberi tempat bagi ragamu

Namun tidak bagi jiwamu

Karena jiwamu ada di masa depan

Yang tak bisa kucapai meski dalam mimpi

Aku bisa mengikuti duniamu Tapi tak berharap kau ikuti duniaku Karena dunia ini tidaklah mundur dan tidak pula berhenti kasih-dan-cinta-lillahi-taala

Aku ibarat busur

Dan anak-anakku meluncur seperti anak panah

Pemanah membidik sasaran yang sangat jauh

Dan dia melenturkan busur itu dengan kekuatan-Nya

Agar anak panah bisa melesat cepat dan jauh

Meninggalkan busur yang tetap dalam genggaman

Pemanah bangga akan anak panah yang meluncur itu

Begitu pula busur yang tetap pada kodratnya

pemanah ulung

Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa memberi harapan akan kembali diberi.Anonim

Seorang konsultan psikologi paling jenius sekalipun tidak lebih mengerti tentang pikiran dan keinginan kita lebih daripada diri kita sendiri.Anonim

Tuk Sahabat – Sahabatku Salam hormat … Persahabatan “PERTEMUAN” Jabat tangan sahabat Kepadamu kuucap selamat Dan beribu maaf Kupinta atas setiap dosa.

Jabat tangan sahabat Kepadamu kuucap selamat

Mari kita catat pada masing-masing dada

Bahwa pertemuan pernah hadir diantara kita.

Jabat tangan sahabat

Kepadamu kuucap selamat

Kenang daku di hatimu

Seperti aku ingat akan dirimu.

Jabat tangan sahabat

Kepadamu kuucap selamat

Dan bersama semilirnya angin malam

Kepadamu kusampaikan salam penuh hormat,sayang dan kerinduan.

bunga-persahabatan “JADILAH YANG TERBAIK” Andaikata anda tidak mungkin menjadi pucuk cemara di puncak bukit sana. Jadilah saja perdu di lembah,perdu yang terbaik di sisi bukit. Biarkanlah jadi belukar bila tak mungkin jadi pohon.

Andai tak mungkin jadi perdu,jadilah rumput hiasi jalan raya

Bila tak mungkin tumbuhan rambat sedap ,Jadilah serat berguna,

Tetapi serat terkuat di tepi danau.

Tidak semua kita jadi nahkoda.Siapakah yang akan menjadi awak ?

Setiap orang mempunyai peran.Ada tugas besar, ada tugas kecil.

Tugas kita masing-masing adalah yang utama

Bila tak mungkin jalan tol,jadilah anda jalan setapak.

Bila tak mungkin mentari,jadilah anda bintang.

Berhasil atau gagal bukan ukuran.

Apapun jua jadilah yang terbaik

 

Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda. – Gordon Van Sauter

Do all the goods you can, All the best you can, In all times you can, In all places you can, For all the creatures you can.Anonim

Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. – HoraceWalpole

tebarkanlah bunga kebaikan

Mutiara, … tak sengaja kutemukan … Sombong? ke Laut aja Ungkapan Mama Dedeh (Ustadzah Dedeh), bahwa setiap manusia akan menerima ujian dari Allah dan tinggal bagaimana cara kita menyikapi atau memaknai ujian tersebut. Ada dua macam ujian yaitu ujian yang “hasanah” dan ujian yang “syaiah”. Termasuk di dalam peristiwa ujian “syaiah” misalnya musibah sakit, usaha bangkrut, ditipu orang, kecelakaan, bencana dan sebagainya. Ujian yang “hasanah” contohnya antara lain “naik pangkat dan jabatan gratis…”, atau “dapat penghargaan dan pujian gratiiis…”, atau “dapat istri gratiiiis…”, atau “dapat rumah baru gratiiiis…”. Tersenyum simpul sendiri saat mendengar ungkapan “dapat istri gratis”, namun, benar adanya… Memiliki seorang istri atau suami bagi setiap hamba Allah adalah ujian, dan bisa jadi ujian yang “syaiah” atau ujian yang “hasanah” tergantung dari kenyataan yang kita hadapi di dalam rumah tangga masing-masing. Berumah tangga ?…, bahwa apapun keadaannya bagi setiap suami atau istri, memiliki pasangan hidup itu adalah juga ujian dari Allah SWT, agar dapat berbakti serta tetap mencintai-Nya. Sehingga merespon ujian (terutama yang “syaiah”) dengan kemarahan, kekesalan, umpatan, keluhan, kekerasan, penghianatan bahkan dengan hujatan tidak saja kepada pasangannya, akan tetapi juga banyak yang mengalamatkan kepada Sang Pemberi Ujian yaitu Allah Swt. Astaghfirullahaladziim… Mungkin saya pernah melakukannya, karena ketidakfahaman, keterbatasan akan makna ujian yang diberikan Sang Maha Kasih kepada hamba-Nya. Namun tidak berkecil hati, karena saat saya tidak lulus pada ujian yang satu, maka dihadapan saya telah disajikan ujian berikutnya, sehingga kita memperoleh peluang untuk selalu meningkatkan kualitas (Quality improvement) keimanan kita. Dan janganlah pernah berpikir bahwa saat kita mampu menghujat setiap ujian yang datang, maka ujian berikutnya akan berhenti menghampiri kita… Ujian diposisikan seperti ini, ujian menjadi hak dari setiap manusia, sehingga sifat keadilan dan kesetaraan pemberian Allah, dapat dinikmati oleh setiap hamba Allah, siapapun dia, setinggi apapun jabatan atau pangkatnya, sekaya apapun harta duniawinya, dan last but not least sepandai atau secerdas apapun otak bagian kirinya (lobus sinestri cerebrum). Oleh karena itu hendaknya kita tidak terpeleset untuk menggugat ujian yang menjadi hak kita sendiri. Akan lebih baik manakala mensikapi setiap ujian yang diterima, menjalaninya dengan sabar, ikhlas, tawakal, amanah dan senantiasa mensyukuri datangnya ujian tersebut. Sifat yang pandai mensyukuri pemberian (ujian) Allah, disebut dengan “syakiir” sedangkan sifat yang lebih dan lebih lagi mensyukuri nikmat Allah, disebut dengan “syakur”. Identitas hamba Allah yang “syakur” dapat dilihat dari sikapnya saat menghadapi ujian Allah, misalnya mendapatkan penyakit, kemudian dari hasil evaluasi diri (self evaluation) seseorang mampu mensyukuri datangnya sakit tersebut, bukan sebagai malapetaka, akan tetapi sebagai peringatan Allah, bahwasanya Allah tetap memberikan perhatian dengan segenap cinta-Nya kepada kita. Rasa syukur yang terungkap dari seorang hamba yang “syakur” tercermin secara otomaticly dari style bicaranya, isi pembicaraannya, bahkan sampai pada mision dari buah pikirannya. Subhanallah , Maha Suci Allah…

Wassalam

from secret admier

21 responses

4 05 2009
ulie

Ya Allah …. begitu indahnya cinta wanita ini pada ku begitu mulianya wanita yang kau jadikan ibuku ,,,, sungguh seandainya aku dilahirkan kembali … jadikan ia kembali ibuku … Love u Mom …

30 05 2014
liliskurniasih

makasih sayang …🙂

4 05 2009
anakmu,,,

asw,,,,,,,,

mamaku tersayang tercinta dan terkasih,,,
memang diriku bukanlah milikmu,,,
akan tetapi ku kan meminta pada Allah supaya dirimu menjadi miliku,, karna ku tak mau kehilangan dirimu,,,
makasih mah,,
ku kan slalu berdoa pada Allah untuk kebaikan dunia akhiratmu,,
^.^
achie,,,

wassalam,,

30 05 2014
liliskurniasih

Aamiin … makasih sayang …🙂

9 07 2009
uLie

Dunia ini begitu sempit bahkan karena sempitnya aku tak menemukan tempat tuk berurai air mata sekalipun … tapi di dunia ini ada tempat yang begitu luas , ya luas seluas jagat raya yaitu hati seorang ibu yang selalu lapang menyangga hati buah hati nya

Miss u Mom :-*

30 05 2014
liliskurniasih

” Engkau selalu diterima di dalam pelukanku … Karena engkau tidak akan pernah menjadi terlalu dewasa atau terlalu besar untuk tetap berada dekat di hatiku …🙂

10 11 2010
LINK PENTING « Wahana Pendidikan

[…] TENTANG PENULIS […]

28 07 2011
Febri Ariyananti

sbhanallah,,, sngguh indah n mnyentuh skali…
bnda U is the best in my heart.. I love U mom.. ^_^

30 05 2014
liliskurniasih

Terima kasih

16 09 2011
Surahmanta

If only the mothers and the teachers were like you, subhanallah, Thanks for your inspiration.

30 05 2014
liliskurniasih

Trim’s

11 03 2012
Dian Agustini

ini apa lilis yang pernah sekolah di cijantung ?
aku dian.

30 05 2014
liliskurniasih

Bukan …🙂

12 03 2012
sonya

ibu….. love u so muchhh
ibu, ibu seorang wanita hebat yang menyayangi anak orang lain seperti anaknya sendiri dengan penuh tumpahan kasih sayang love u❤

sonya, wassalam🙂

30 05 2014
liliskurniasih

Terima kasih … sayang … ibu akan selalu mengingatmu … salah satu siswaku yang cerdas,rajin dan …. ceria …🙂

14 03 2012
linda

aq hanya sebagian kecil pembaca yg numpang lewat untuk melihat bbrp tulisan ibuk…
sungguh… aq terenyuh membca ungkapan2 ibuk…
aq jd pengen cpet2 pulang n memeluk ibuQ…
sungguh bhagia aq masih mempunyai ibu sampai sekarang…
barakalloh… untk para ibu di dunia ini… ^_^

30 05 2014
liliskurniasih

Terima kasih …🙂

22 06 2012
Asep Sunanar (SMPN 8 Cimahi)

Simkuring dugi ka nyurucud cisoca, upami ngadangukeun tembang sunda degung Mang Koko anu judulna “DUH INDUNG”…

30 05 2014
liliskurniasih

Sami … leres pisan … galindeungna tembang “Duh Indung” … langkung karaos kadeudeuh,kaasih nu jadi indung ka anak …🙂

DUH INDUNG

Duh indung ngaraksa ngajaring,anak
Najan rungsing matak pusing
Henteu weleh deudeuh mikanyaah asih
Di momong jeung dititimang

Duh indung ngaping ngadama-dama, anak
Ngamumule buah hate
Ngajungjung tur ngugung-ngugung
Anak dijieun puputon

Duh Indung duh indung
Timang titi ngamomong anak
Duh indung… aduh indung
Teu kendat ngadudu’a

14 09 2012
MIN20m

Damai hati ini membaca tulisan diatas….. bahagia terasa menusuk kelubuk hati ini menikmati untaian kata manis diatas…..

30 05 2014
liliskurniasih

Terima kasih …🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: