SIM SMPN 9 Cimahi

Sirkulasi Pendidikan

MOTTO : “Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain”


PENGENDALIAN MUTU PENDIDIKAN BERDASARKAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN”

( KONSEP, PRINSIP, DAN INSTRUMEN)


A.KONSEP DAN PENERAPAN PROGRAM MUTU DALAM PENDIDIKAN

Dewasa ini dunia ditandai oleh perubahan – perubahan yang sangat cepat dan bersifat global. Hal ini disebabkan oleh perkembangan ilmu dan tekhnologi yang sangat cepat, terutama dalam bidang komunikasi dan elektronika. Perkembangan dalam bidang ini telah mengakibatkan revolusi informasi, hampir mengenai semua bidang kehidupan dari semua tempat. Perubahan ini memberikan tuntutan, tantangan bahkan ancaman – ancaman baru. Pada abad sekarang ini manusia – manusia dituntut berusaha tahu banyak (“knowing  much”) berbuat banyak (“doing much”), mencapai keunggulan (“being excellence”) menjalin hubungan dan kerja sama dengan orang lain (“being sociable”) serta berusaha memegang teguh nilai – nilai moral (“being morally”). Manusia “unggul, bermoral dan bekerja keras” inilah yang menjadi tuntutan dari masyarakat global. Manusia – manusia seperti ini yang akan mampu dan berkompeten.

Dasar – dasar pengembangan manusia “unggul, bermoral dan bekerja keras” diberikan di sekolah. SLTP/MTs memberikan dasar – dasar  pengembangan kecakapan akademis dan kecakapan hidup yang bersifat umum. Kecakapan yang dipelajari tidak sekedar tahu atau kenal, tapi mereka harus paham, cakap, mampu serta mahir menggunakannya, hal itu harus diikuti dengan motivasi, kemauan, semangat dan tekad menyatakannya. Mutu pendidikan atau mutu sekolah tertuju pada mutu lulusan. Merupakan suatu yang mustahil, pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu, jika tidak melalui proses yang bermutu pula, merupakan suatu yang mustahil pula terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor – faktor yang menunjang  proses pendidikan yang bermutu pula,  proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia seperti administrator, guru, konselor, dan tata usaha yang bermutu dan professional. Hal tersebut didukung pula oleh sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas media, serta sumber belajar yang memadai, baik mutu dan jumlahnya, dan biaya yang mencukupi, manajemen yang tepat, serta lingkungan yang mendukung. Mutu pendidikan bersifat menyeluruh menyangkut semua komponen, pelaksana dan kegiatan pendidikan, atau disebut sebagai mutu total (Total Quality).

Gambar 1. Peta Komponen Pendidikan Sebagai Sistem

Peta Komponen Pendidikan Sebagai Sistem

B.PENGERTIAN MANAJEMEN MUTU TERPADU

Istilah utama yang terkait dengan kajian Total Quality Management (TQM) ialah continous improvement (perbaikan terus-menerus) dan Quality improvement ( Perbaikan Mutu ). Sebagai upaya untuk mengelola perubahan dalam organisasi, ada beberapa slogan yang diungkapkan, yaitu “manajemen mutu terpadu”, “kepuasan pelanggan terpadu,” “kegagalan nol,” ”proses pengendalian statistik,” ”diagram Ishikawa,” dan “tim perbaikan mutu”. Semua slogan di atas menghadirkan filsafat mutu, program, dan teknik berbeda yang digunakan oleh berbagai organisasi bisnis, industri dan jasa dalam upaya pengembangan mutu. Oleh karena itu, manajemen mutu terpadu merupakan salah satu strategi manajemen untuk menjawab tantangan external suatu organisasi guna memenuhi kepuasan pelanggan. Para Ahli manajemen telah banyak mengemukakan pengertian TQM. Di sini dikemukakan beberapa saja sebagai kerangka kajian selanjutnya. Menurut Edward Sallis (1993:13) bahwa “Total Quality Management is a philosophy and a methodology which assist institutions to manage change and set their own agendas for dealing with the plethora of new external pressures.” Pendapat di atas menekankan pengertian bahwa manajemen mutu terpadu merupakan suatu filsafat dan metodologi yang membantu berbagai institusi, terutama industri dalam mengelola perubahan dan menyusun agenda masing-masing untuk menanggapi tekanan-tekanan faktor eksternal. Patricia Kovel-Jarboe (1993) mengutip Caffee dan Sherr menyatakan bahwa manajemen mutu terpadu adalah suatu filosofi komprehensif tentang kehidupan dan kegiatan organisasi yang menekankan perbaikan berkelanjutan sebagai tujuan fundamental untuk meningkatkan mutu, produktivitas, dan mengurangi pembiayaan. Adapun istilah yang bersamaan maknanya dengan TQM adalah continous quality improvement (CQI) atau perbaikan mutu berkelanjutan. TQM memfokuskan proses atau system pencapaian tujuan organisasi. Dengan dimulai dari proses perbaikan mutu, maka TQM diharapkan dapat mengurangi peluang membuat kesalahan dalam menghasilkan produk, karena produk yang baik adalah harapan para pelanggan. Jadi, rancangan produk diproses sesuai dengan prosedur dan teknik untuk mencapai harapan pelanggan. Penggunaan metode ilmiah dalam menganalisis data diperlukan sekali untuk menyelesaikan masalah dalam peningkatan mutu. Partisipasi semua pegawai digerakkan agar mereka memiliki motivasi dan kinerja yang tinggi dalam mencapai tujuan kepuasan pelanggan.

C. SISTEM INFORMASI Sistem informasi

adalah aplikasi komputer  untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.

D. DASAR – DASAR PROGRAM MUTU PENDIDIKAN

Untuk melaksanakan program mutu diperlukan beberapa dasar yang kuat, yaitu sebagai berikut :

  1. komitmen pada perubahan
  2. pemahaman yang jelas tentang kondisi yang ada
  3. mempunyai visi yang jelas terhadap masa depan
  4. mempunyai rencana yang jelas

E. PRINSIP – PRINSIP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Beberapa prinsip yang perlu dipegang dalam menerapkan program mutu pendidikan diantaranya sebagai berikut

  1. Peningkatan mutu pendidikan menuntut kepemimpinan profesional. Manajemen mutu pendidikan merupakan alat yang dapat digunakan oleh para profesional pendidikan dalam memperbaiki sistem pendidikan bangsa kita.
  2. Kesulitan yang dihadapi para profesional pendidikan adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi ”kegagalan sistem” yang mencegah mereka dari pengembangan atau penerapan cara atau proses baru untuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada.
  3. Peningkatan mutu pendidikan harus melakukan loncatan – loncatan norma. Norma dan kepercayaan lama harus diubah. Sekolah harus belajar bekerjasama dengan sumber – sumber yang terbatas para profesional pendidikan harus membantu para siswa dalam mengembangkan kemampuan – kemampuan yang dibutuhkan guna bersaing dengan dunia global.
  4. Mutu pendidikan dapat diperbaiki jika administrator, guru, staf, pengawas, dan pimpinan kantor Diknas mengembangkan sikap yang terpusat pada kepemimpinan, team work, kerjasama, akuntabilitas, dan rekognisi. Uang tidak menjadi penentu dalam peningkatan pendidikan.
  5. Kunci uatama peningkatan mutu pendidikan adalah komitmen pada perubahan. Jika semua guru dan staf pendidikan telah memiliki komitmen pada perubahan, pimpinan dapat dengan mudah mendorong mereka menemukan cara baru untuk memperbaiki efisiensi, produktifitas dan kualitas layanan pendidikan. Guru akan menggunakan pendekatan yang baru atau model – model mengajar, membimbing dan melatih dalam membantu perkembangan siswa. Demikian juga staf administrasi menggunakan proses baru dalam menyusun biaya, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan program baru.
  6. Banyak profesional di bidang pendidikan yang kurang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam dalam menyiapkan para siswa memasuki pasar siswa yang bersifat global. Ketakutan terhadap perubahan akan mengakibatkan ketidaktahuan bagaimana mengatasi tuntutan – tuntutan baru.
  7. Program peningkatan mutu dalam bidang komersial tidak dapat dipakai secara langsung dalam pendidikan,tetapi membutuhkan penyesuaian – penyesuaian dan penyempurnaan. Budaya, lingkungan, dan proses kerja tiap organisasi berbeda. Para profesional pendidikan harus dibekali oleh program yang khusus dirancang untuk menunjang pendididkan.
  8. Salah satu komponen kunci dalam program mutu adalah sistem pengukuran yang memungkinkan para profesional pendidikan dapat memperlihatkan mendokumentasikan nilai tambah dari pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan, baik terhadap siswa, orang tua maupun masyarakat.
  9. Manajeman pendidikan harus menjauhkan diri dari kebiasaan menggunakan ”program singkat”, peningkatan mutu dapat dicapai melalui perubahan yang berkelanjutan tidak dengan program – program singkat.

F. SEKOLAH DENGAN MANAJEMEN MUTU TOTAL (MMT)

Manajemen mutu total (MMT) merupakan suatu metodologi yang membantu para profesional pendidikan mengatasi lingkungan yang terus berubah. Dapat digunakan sebagai alat untuk membentuk ikatan antara sekolah, dunia bisnis, dan pemerintah yang memungkinkan para profesional disekolah atau di daerah dilengkapi dengan sumber – sumber yang dibutuhkan dalam pengembangan program mutu.

Manajemen mutu total (MMT) merupakan aspek utama dari manajemen total. Metodologi yang mempermudah mengelola perubahan, membentuk fokus perubahan, membentuk infrastruktur yang lebih fleksibel, cara merespon pada tuntutan perubahan masyarakat, serta membantu pendidikan dalam mengatasi hambatan – hambatan biaya dan waktu.

Perubahan terhadap MMT dimulai dengan mengadopsi pembagian tugas tentang pelaksanaan mutu pada tingkat majelis sekolah,administrator,guru,staf administrasi,siswa orang tua dan masyarakat. Kegiatan diawali dengan merumuskan visi dan misi sekolah dan seksi – seksi pendidikan sekolah. Visi MMT dipusatkan pada menemukan kebutuhan para penggunaan lulusan (customer), persiapan melibatkan masyarakat secara menyeluruh dalam program peningkatan mutu, mengembangkan sistem untuk mengukur nilai tambah dari pendidikan, sistem dukungan yang memungkinkan guru, staf administrasi dan siswa dalam mengelola perubahan, dan melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan dengan tujuan agar produk sekolah menuju arah yang lebih baik.

G. PRINSIP – PRINSIP SEKOLAH DENGAN MMT

Sekolah yang menerapkan manajemen mutu total, sekolah tersebut melaksanakan program mutu pendidikan dengan berpegang pada prinsip – prinsip sebagai berikut.

  1. Berfokus pada kustomer

Setiap orang di sekolah harus memahami bahwa setiap produk pendidikan mempunyai pengguna (customer). Setiap anggota dari sekolah adalah pemasok (supplier) dan pengguna (customer). Pengguna pertama dari sekolah adalah keluarga atau disebut (big customer) dan siswa (little customer). Keluarga atau orang tua juga merupakan pemasok. Ada dua macam pengguna (customer) yaitu pengguna internal, seperti orang tua, siswa guru, administrator, staf dan majelis sekolah. Pengguna eksternal, seperti masyarakat, pimpinan perusahaan-industri, lembaga pemerintah lembaga swasta, perguruan tinggi, dan lembaga keamanan.

  1. Keterlibatan menyeluruh.

Semua orang harus terlibat dalam transformasi mutu. Manajemen harus komitmen dan terfokus pada peningkatan mutu. Dimulai dengan mengadopsi paradigma pendidikan baru.

  1. Pengukuran

Pandangan lama mutu pendidikan atau lulusan diukur dari skor prestasi belajar. Dalam pendekatan baru, para profesional pendidikan harus belajar mengukur mutu pendidikan dari kemampuan dan kinerja lulusan berdasarkan tuntutan pengguna. Para profesional pendidikan harus belajar menguasai teknik – teknik pengumpulan dan analisis data, bukan saja data kemampuan lulusan, melainkan semua data yang terkait dengan kegiatan dan penunjang pelaksanaan pendidikan. Melalui pengumpulan dan analisis data, para profesional pendidikan akan mengetahui nilai tambah dari pendidikan, kelemahan dan hambatan yang dihadapi, serta upaya penyempurnaannya.

  1. Pendidikan sebagai sistem

Pendidikan sebagai sistem memiliki sejumlah komponen, seperti siswa, guru, kurikulum, sarana-prasarana, media, sumber belajar, orang tua, dan lingkungan. Diantara komponen – komponen tersebut terjalin hubungan yang berkesinambungan dan keterpaduan dalam pelaksanaan sistem.                                                                                                           Dalam filsafat lama dianut prinsip,”jika sudah rusak baru diperbaiki”, sedangkan dalam filsafat mutu menganut prinsip, bahwa tiap proses perlu diperbaiki dan tidak ada proses yang sempurna perlu selalu diperbaiki dan disempurnakan……………………… sisteminformasimanajemen-smpn-9cimahi

MEKANISME SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN SMPN 9 CIMAHI

Kegiatan / Program Sistem Informasi Manajemen SMPN 9 Cimahi Tahun ajaran 2008/2009

NO

RENCANA KEGIATAN

Juli

Agu

Sep

Okt

Nop

Des

Jan

Peb

Mar

Apr

Mei

Jun

Ket

1

Penyusunan program SIM

2

Penyusunan jadwal SIM

3

Menyiapkan, menyediakan perangkat pelaksanaan SIM

4

Sosialisasi program SIM

5

Penyusunan data
  • Internal
  • Eksternal

6. Menerima dan menghimpun informasi

  • Kepala Sekolah
  • PKS
  • Guru
  • Sumber lain

7.Menyiapkan menginventaris dan mendistribusikan informasi

  • Kepala Sekolah
  • Wakasek Bidang
  • Guru
  • Siswa
  • Orang tua Siswa
  • dll

8.Menerima, membukukan dan mengeluarkan dana SIM

9.Perencanaan dan pelaksanaan program Web Site

10.Sosialisasi penggunaan Computer

11.Pelayanan

  • Guru
  • Siswa

12.Analisa hasil kegiatan SIM

13.Pengelolaan Lab Computer

14.Pelaporan kegiatan SIM

PENGORGANISASIAN

Struktur Organisasi Sistem Informasi Manajemen SMP Negeri 9 Cimahi

struktur organisasi sim-smpn-9-cimahi

Ruang lingkup Sistem Informasi Manajemen SMPN 9 Cimahi

ruang lingkup SIM smpn-9cimahi

MEDIA PEMBELAJARAN”

A.APA YANG DIMAKSUD DENGAN BELAJAR?

  • Usaha sadar seseorang untuk merubah tingkah laku, melalui interaksi dengan sumber belajar
  • Perubahan tingkah laku yang dihasilkan bersifat permanen dan ke arah positif.
  • Perubahan tingkah laku  dapat  berupa kogninif, afektif, psikhomotorik
  • Proses belajar hanya bisa berlangsung jika terjadi interaksi antara si belajar dengan sumber belajar

B. BELAJAR, MENGAJAR DAN PEMBELAJARAN

  • Terjadinya proses belajar tidak selalu harus ada orang yang mengajar
  • Kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain, harus dialami sendiri oleh si belajar
  • Mengajar merupakan upaya untuk membuat orang lain belajar
  • Istilah “pembelajaran” lebih bermakna bagi si belajar daripada “pengajaran”
  • Peran utama pembelajar (guru, tutor, dll)  adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada si pebelajar

C.SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN

  • Media Belajar  merupakan bagian dari sumber belajar
  • Sumber belajar dapat berupa: pesan, orang, alat, bahan, teknik dan lingkungan.
  • Kombinasi bahan (soft-ware) dan alat (hard-ware) dinamakan media pembelajaran.

Media pembelajaran : segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pebelajar sehingga mendorong terjadinya kegiatan belajar.

D.KETERKAITAN SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT PERAGA

hub-sumb-belajar-media-alat-peraga

E.ALASAN PENGGUNAAN MEDIA

alasan-peng-media

F.KERUCUT PENGALAMAN EDGAR DALE

kerucut pengalaman edgar dale

G.KONSTRIBUSI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

  • Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
  • Pembelajaran dapat lebih menarik
  • Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
  • Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
  • Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
  • Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
  • Sikap positif siswa terhadap materi dan  proses pembelajaran dapat ditingkatkan
  • Peran guru berubah kearah yang positif

H.PERAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

  • Membuat kongkrit konsep yang abstrak
  • Mengetengahkan bagian tertentu yang dianggap penting
  • Memberikan pengganti pengalaman langsung
  • Mendekatkan obyek yang sukar atau berbahaya untuk didekati
  • Memberikan pengalaman segi pengamatan
  • Menyajikan perbedaan warna secara visual
  • Menyajikan informasi yang memerlukan gerak

I.KLASIFIKASI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN

  • Media visual (media pandang)

a. Media visual yang tidak diproyeksikan : foto, diagram, peragaan, dan model. b. Media visual yang diproyeksikan : slide, filmstrip, overhead transparansi, dan proyeksi komputer.

  • Media audio (media dengar): kaset dan compact disk (CD).
  • Media audio-visual, seperti video, VCD, DVD.
  • Pengajaran bermedia-komputer, misalnya CAI (Computer Assisted Instruction).
  • Multimedia berbasis komputer.
  • Jaringan komputer, seperti internet.
  • Media seperti radio dan televisi untuk belajar jarak jauh

Media visual (media pandang) a. Media visual yang tidak diproyeksikan

  • Benda sebenarnya. Media ini seharusnya menjadi bagian utama dalam pembelajaran kontekstual.
  • Model, yakni tiruan tiga dimensi dari benda sebenarnya.
  • Gambar diam, misalnya hasil lukisan, potret, atau cetakan
  • Ilustrasi, yakni gambar yang menyertai teks agar lebih jelas
  • Karikatur, yakni gambar yang disederhanakan dan biasanya berisi sindiran atau ironi
  • Sketsa, yakni gambar sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detil
  • Poster, yakni kombinasi unsur-unsur visual seperti garis, gambar, dan kata-kata (angka-angka) untuk mengkomunikasikan pesan secara singkat.
  • Bagan/diagram, yakni gambaran dari sesuatu yang dilukiskan dengan garis, gambar, dan kata-kata yang menunjukkan adanya hubungan, perbandingan, atau perkembangan.
  • Grafik, yakni gambaran data statistik yang saling berhubungan dan ditunjukkan dengan lambang-lambang visual.Terdapat berbagai macam grafik, antara lain grafik garis, batang, lingkaran.
  • Peta, adalah gambar yang menjelaskan permukaan Bumi atau bagian-bagiannya dengan ukuran dan posisi relatif menurut skalanya.
  • Papan beserta tulisan, gambar, atau benda yang ditempelkan.

b. Media visual yang diproyeksikan

  • Overhead Transparency (OHT),
  • proyektor film bingkai (Slide Projector),
  • proyektor film rangkai (Filmstrip),
  • proyektor Liquid Crystal Display (LCD)

Overhead Transparency (OHT), Media transparansi (Overhead Transparency, OHT) seringkali disebut dengan OHP (Overhead Projector)

Keunggulan : materi pelajaran dapat disiapkan sebelumnya,  sebagai pengganti papan tulis, cahayanya cukup terang ,    interaksi dengan siswa cukup baik, kelas besar.

J.Prinsip-prinsip pembuatan media visual dasar atau media grafis

  • kesederhanaan,
  • kesatuan,
  • penekanan,
  • keseimbangan

Pembuatan Transparansi

  • Sebuah transparansi untuk satu pokok pikiran.
  • Jangan langsung memindahkan isi buku ke dalam transparansi, ubahlah menjadi bagan, diagram, atau gambar dengan sedikit tulisan.
  • Tulisan jangan terlalu kecil.
  • Daerah yang aman untuk tulisan adalah 23 cm x 23 cm.
  • Anda dapat menggunakan plastik taplak meja (yang dipotong-potong) menjadi transparansi dengan harga yang relatif murah.
  • Untuk transparansi hasil mengkopi atau mencetak, memerlukan transparansi yang berkualitas baik, dikenal dengan istilah transparancy maker.

Cara membuat transparansi langsung (tulisan tangan)

  • Siapkan transparansi
  • Buat lay-out pada sehelai kertas
  • Pindahkan ke transparansi
  • Gunakan spidol transparansi
  • Jika ada kesalahan tulis, hapus dengan alkohol
  • Beri bingkai (tepi ± 2 cm)

Teknik Tumpang Tindih (Overlays)

  • Buat sketsa keseluruhan materi
  • Uraikan materi itu menjadi bagian-bagian yang logis.
  • Tentukan unsur-unsur yang akan dijadikan dasar, kemudian unsur-unsur yang mengikutinya (yang terletak di atasnya) Penempelan unsur yang mengikuti itu dapat pada bingkai atas, bawah, maupun samping

K.Alasan Tidak Menggunakan Media

  • Menggunakan media merepotkan
  • Media itu barang canggih dan mahal
  • Tidak tahu media atau tidak bisa menggunakan
  • Media itu sekedar hiburan, belajar harus serius
  • Media itu pemborosan
  • Dari dulu tidak pakai media banyak juga orang pandai.

‘Anda tidak dapat mengajari orang apapun juga; anda hanya dapat membantu dirinya untuk menemukannya sendiri” (Galileo Galilei)

INOVASI SEBAGAI SISTEM

PESAN INOVATIF

Lakukan perubahan sekecil apapun Perubahan memerlukan perubahan pada bawahan, atasan dan dirimu Pikirkanlah apa yang selama ini belum dipikirkan oleh orang lain (prinsip kreatif, inovatif) Hari esok harus lebih kreatif dari pada hari ini (ikuti asas evolusi kreatif dalam gejala kehidupan) Cara efektif untuk menemukan bagaimana kesuksesan itu dicapai adalah dengan memperlajari cara berpikir, bersikap, dan bertindak para orang yang terbukti hebat pada apa yang mereka kerjakan Inovasi adalah upaya sistematis untuk melakukan perubahan terhadap sesuatu yang sudah ada dengan cara menambah, mengembangkan, memo-difikasi, dsb. atas dasar daya cipta

SEKOLAH SEBAGAI SISTEM

  1. Inilah cara berpikir sistem yang runtut.

KUALITAS DAN INOVASI KONTEKS  —- > INPUT  —- >PROSES  —- > OUTPUT  —- > OUTCOME

INOVASI PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN

Kompetensi, komitmen dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan ditingkatkan atas dasar hasil evaluasi Peningkatan kompetensi, komitmen dan kesejahteraan guru dilakukan dengan “40 cara untuk menjadi guru agung” Untuk kepala sekolah, lakukan inovasi dengan menerapkan 25 kompetensi kepala sekolah, 13 urusan sekolah,  matrik manajemen sekolah, dan manajemen mutu terpadu

INOVASI MANAJEMEN SEKOLAH

Melaksanakan urusan-urusan sekolah secara utuh dan benar Menerapkan matrik MBS secara utuh dan benar Menerapkan manajemen mutu terpadu secara progresif

INOVASI KEPEMIMPINAN

Menerapkan paradigma kepemim-pinan visioner dan kepemimpinan situasional yang dilandasi oleh humanisme Menerapkan konsep bahwa “hati kepemimpinan adalah kepemimpinan hati” Memberdayakan, menjadi teladan, membimbing, memfasilitasi, dan memotivasi yang dipimpin

INOVASI PESERTA DIDIK

Pendidikan karakter diterapkan di sekolah Kegiatan OSIS ditekankan pada pengembangan kepemimpinan dan manajemen Pengembangan bakat, minat dan kemampuan dilakukan secara terencana dan terpadu Mekanisme persaingan dan solidaritas diterapkan secara seimbang Peningkatan prestasi, usaha, motivasi, dan kepuasan peserta didik dilakukan secara kontinyu

INOVASI REGULASI SEKOLAH

Penyusunan regulasi sekolah sesuai dengan status sekolah (Sekolah Potensial, SSN, dan SBI) Regulasi sekolah harus bersifat memberdayakan, memfasilitasi, dan bukan menghambat Regulasi sekolah: seleksi siswa baru, disiplin sekolah, tata tertib sekolah, dsb.

INOVASI ORGANISASI SEKOLAH

Melakukan restrukturisasi sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai sekolah Potensial, SSN, atau SBI Memperjelas: (1) visi, misi, dan tujuan, (2) pembagian tugas dan fungsi, (3) struktur organisasi, (3) hierarki otoritas, (4) kewenangan dan tanggungjawab, (5) mekanisme koordinasi, (6) aturan, prosedur, dan mekanisme kerja, (7) hubungan struktural dan fungsional

INOVASI ADMINISTRASI

Melakukan inovasi administrasi sekolah dengan memanfaatkan jasa elektronik Menerapkan Peraturan Pemerintah tentang e-government

INOVASI PERAN SERTA MASYARAKAT

Berdayakan peranserta masyarakat melalui Komite Sekolah agar memberikan kontribusi dalam bentuk material, finansial, intelektual, moral, dan/atau akses Koordinasikan sekolah, keluarga dan masyarakat agar sejalan dalam mendidik anak-anak Membangun jaringan dengan sekolah sekolah lain yang berkualitas tinggi, perguruan tinggi, dsb. dalam rangka mempelajari praktek-praktek yang baik dan kerjasama

INOVASI BUDAYA SEKOLAH

Budaya sekolah adalah konfigurasi nilai-nilai yang dianut sebagai sumber penggalangan konformisme sikap dan perilaku bagi warga sekolah; Inovasi-inovasi budaya (nilai-nilai) sekolah misalnya: kedisiplinan, empati, simpati, penekanan pada pembelajaran, solidaritas (teamwork, kerjasama, sinergi), optimisme, komunikasi yang baik, tanggungjawab, respek, berpikir sistem, profesionalisme, proaktif, pro-perubahan, harmonisme, kejujuran, dan ekspektasi yang tinggi terhadap peserta didik

INOVASI PEMBELAJARAN

Merancang, melaksanakan, dan mengembangkan pendekatan pembelajar-an yang mampu menggugah kreativitas dan inovasi peserta didik, misalnya: PAKEM, pembelajaran kontekstual, dan konstruktivisme Menyelenggarakan pembelajaran yang memperhatikan keselarasan dan keseimbangan antara: (a) kreativitas dan disiplin, (b) persaingan dan kerjasama, (c) berpikir holistik dan atomistik, (d) berpikir induktif dan deduktif, (e) tuntutan dan prakarsa Mengembangkan pembelajaran sebagai sistem (Gambar 1); Pembelajaran inovatif menghendaki pembelajaran bergerak dari pemahaman, ke penghayatan hingga sampai ke penerapan (Gambar 2); Bergeserlah pembelajaran dari abstrak ke riil, dari tekstual ke aktual, dari verbal ke konkret, dari artifisial ke realita, dan dari maya ke nyata (Gambar 3); Pilihlah strategi pembelajaran yang variatif (Gambar 4); Laksanakan penilaian pembelajaran yang mencakup proses, tidak hanya hasil.

PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG INOVATIF

Idealnya, penyelenggaraan pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut: (1) proses belajar mengajar mampu mengakrabkan, menghayatkan dan menerapkan nilai-nilai (religi, teori, ekonomi, kuasa, seni, solidaritas termasuk moral), norma-norma untuk mengkonkretisasikan nilai-nilai tersebut, dan standar-standar; (2) proses belajar mengajar harus pro-perubahan yaitu yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan daya kreasi, inovasi, nalar dan eksperimentasi untuk menemukan kemungkinan baru, “a joy of discovery”, yang tidak tertambat pada tradisi dan kebiasaan proses belajar di sekolah yang lebih mementingkan memorisasi dan recall; (3) penggunaan pendekatan proses belajar mengajar yang beragam agar mampu mengaktualkan potensi peserta didik, baik intelektual, emosional, spiritual, estetikal maupun kinestetikalnya; (4) proses belajar mengajar yang bermatra individual-sosial-kultural perlu dikembang-kan sekaligus agar sikap dan perilaku peserta didik sebagai makhluk individual tidak terlepas dari kaitannya dengan kehidupan masyarakat lokal, nasional, regional dan global; (5) proses belajar mengajar mampu membangun karakter peserta didik yang berjati diri warga Negara Indonesia serta berwawasan internasional; (6) penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan karakteristik peserta didik dan bahan ajarnya; (7) proses belajar mengajar yang mendorong keingintahuan (a sense of curiosity and wonder), keterbukaan pada kemungkinan-kemungkinan baru, prioritas pada fasilitasi kemerdekaan dan kreativitas dalam mencari jawaban atau pengetahuan baru (meskipun jawaban itu salah atau pengetahuan baru dimaksud belum dapat digunakan); dan (8) penerapan pendekatan yang diwarnai oleh eksperimentasi untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru. Merintis/mengembangkan e-learning Mengembangkan diktat/paket belajar mandiri Mengembangkan program-program pengayaan, akselerasi, remedial, dsb. untuk melayani siswa-siswa unggul dan berkebutuhan khusus Melaksanakan evaluasi otentik dan menghindari “detotalisasi” hasil belajar yang hanya sekadar untuk memenuhi ujian nasional. Ujian nasional penting, tetapi tidak cukup.

INOVASI OUTPUT

Melakukan inovasi output sekolah yang mencakup dimensi kualitas dasar (daya pikir, daya qolbu, daya pisik), dan dimensi kualitas instrumental yang meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni secara seimbang.

Salah satu tugas sebagai wakasek bidang Informasi,maka kami membuat sebuah media untuk memberikan sebagian informasi tentang SMPN 9 Cimahi … Jika anda ingin mengetahui berbagai hal mengenai sekitar SMPN 9 Cimahi maka kunjungi juga link di bawah ini …🙂

http://informasismpn9cimahi.wordpress.com/

8 responses

12 05 2009
apriellieyani

moga aja smp 9 makin maju dan bisa meraih ke sekolah berstandar internasional dan memperhatikan fasilitasnya terutama wc wanita yng rusak pintun nya… trims

20 05 2009
Adi Pratama

Gagasan luar biasa. semoga bisa menjadi pendewasaan diri baik bagi guru, maupun siswanya.

Adi Pratama
9-G
angkatan 2008/2009

10 06 2009
Lies

Terima kasih atas komentar anda semoga apa yang anda sarankan dapat menjadi kritik membangun bagi sekolah kami … oke !🙂

17 06 2009
arifin1981

Blog Ibu Mmang desain Canggih, is the best

18 12 2009
Dedy Zaenudin

Terimakasih semoga sukses selalu ! from alumni 1988

12 05 2010
siti fatimah

makasih y……………

9 05 2011
Supriatna

salam,,,
alhamdulillah, ternyata ada blog yang lama di cari-cari. untuk admin (ibu Lilis), terima kasih sudah berkontribusi dalam penyampain berita seputar info tentang SLTP Negeri 9 Cimahi ini. semoga ke depannya bermanfaat bagi alumni-alumni lainnya untuk turut mendukung & berkontribusi pula dalam kemajuan untuk sekolah almamater tercinta SLTP Negeri 9 Cimahi .
sukses selalu & terus updated berita seputar informasinya. terima kasih.
Asep Supriatna@2004

26 04 2012
Dedi5611

Terimakasih ilmunya banyak manfaatnya bagi saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: